Archive for the ‘Ngecepek dewe’ Category

Lagi… KS Angkatan 7 SMA 3 Nglumpuk…

October 19, 2007

Assalamualaikum…

Lagi-lagi siang-siang nan panas terik mengeringkan titip bibirku, heleh! Udah itu miskol dateng, just miss called… Oh, dari si ketua dulu yang sampe sekarang kadang-kadang njengkelin masih berkelakuan seperti ketua, hihihihi…pret!!! :D

Tak lama menjelang, plak…plak…plak….”kulonuwunnnn” suara lirih terdengar didepan rumah. Ternyata si Bos ntu udah berdiri loyo disana nya. Aku membukakan pintu setelah mumet-mumet mikir di dalam kamar. Piya-piye…piya-piye… sejam sekalian menunggu waktu sholat dhuhur.

……..

Wuzzzz…. Sampe di rumah si mantan Pradana putri (pradani) nan baru, mengkilap, dan nampak sejahtera :D . Pas jam 1.30 an teman2 dateng, langsung arena lapangan sepakbola pindah seketika, ngeciwis, crewet, kemruyuk, halah ngono kae, koyo ibu-ibu lagi ngerumpi, masalah pasar, tetangga, laki-laki, macem2….

Ada lagi yang konsultasi gratisan, dokter gigi, tapi kok ndak ada konsultasi gratis dokter kewan ya…hihihih…

angkatan 7 ks 149

Udah ah, kerja dulu…Udah males nulis dan mikir, kapan-kapan dilanjut lagi nulisnya…pengen beromantika mengenang masa-masa ESEMA…hihihi…

Minal aidin wal faizin, maap lahir dan batin….

comic ks

Makempal Inem’s World on Bentuman

October 17, 2007

Wuih, semarang mulai panas. Kulit bibir sedikit terasa kering dan mengelupas. Ingat pula ada janji untuk saling bermaafan rekan SMA dulu. Inem’s World, inem arti kata dari IPA Enem (IPA6-red).

Setelah sibuk dengan kegiatan masing-masing dan dari daerah perantauan yang berbeda pula, akhirnya kita dapat bergumam dan berkumpul dalam suasana bahagia. Merayakan hari Suci Idul Fitri, ya namanya ajah Fitri kan suci, halah! jadi ingat sinetron cinta fitri…asem ik…

Piya-piye…piya-piye…langganan kata yang pasti terucap. Menentukan tempat untuk gebrak-gebruk bersama, bengak-bengok, ngalor-ngidul sampe dedel doel… Curhat, ndebus, ndobol, semua bertumpah ruah di Bentuman (Cape Stik-red) halah ngiklan ki kudune…

Namun, pas lhab-lheb makan, suasana jadi sepi ibarat kuburan. Weleh nak diseseli mulutnya pada, diem semua, dasar!!! Setelah makan, kemruyuk…cuap…cuap ra pating genah, jeprat-jepret poto buat kenang-kenangan.

inem

Emang, histori ndak bisa ternilai jika kita bisa merasakan dan mengalaminya dulu, semacam ikatan batin yang ndak mudah terlepas… Wes ah, kerjo disik…caooo…

Maap, kata-kata nya pating pecotot…biasa ndokceplok… :D

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

October 11, 2007

Dengan hati yang bersih dan penuh pengaharapan ampunan Allah, ndokceplok mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

idul fitri

Semoga amal dan ibadah kita diterima Alloh, sebagain bekal di kemudian hari….Amin

Apa bukti kelulusanmu?

August 2, 2007

Udah ditulis males buat posting, nulis ajah pating pecothot….hehehehe

Tersenyum ketika merasakan bahwa dunia ini penuh keanehan. Penuh dengan persepsi dan segala macam sudut pandang. Dimana tidak perlu untuk disalahkan dan dipaksakan. Namun, hanya dengan hati, kita dapat merasakan dimana letak kebenaran masing-masing.

Pendidikan yang menjadi impian dan idaman orang tua menjadi tolok ukur derajat anaknya. Pendidikan yang tinggi mencerminkan keluarga yang pintar, bermartabat, dan dapat meningkatkan derajat keluarga. Di sisi lain, pendidikan menjadi jalan untuk mempermudah mencari jodoh, kerja, dan berujung pada uang.

Namun, apa bukti kelulusanmu? Bukti bahwa diri siap dan sudah layak menjadi seorang sarjana? Beraneka macam jawaban yang mungkin muncul. Mulai dari surat tanda kelulusan, skripsi, tittle yang menghiasi nama, hingga jawaban yang nyleneh.

Bagiku, seorang sarjana tidak hanya memerlukan bukti-bukti diatas. Seorang sarjana adalah seorang yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Dapat memberi andil dalam peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Entah derajat kesehatan bagi mahasiswa kesehatan, derajat ekonomi bagi mahasiswa ekonomi, derajat lain pada masing-masing diri mahasiswa.

Selama ini masyarakat hanya menjadi objek penelitian, yang tak lain hanya sebagai kelinci percobaan mahasiswa dalam penentuan bukti kelulusan mereka. Bukan manfaat yang dapat mereka beri pada masyarakat, namun hanya bagaimana mahasiswa dapat secepatnya lulus. Habis manis sepah dibuang… Peribahasa yang pantas untuk diucapkan. Tak sedikit hasil dari penelitian skripsi atau tugas akhir mahasiswa hanya berakhir di perpustakaan hingga usang. Tak dapat terealisasi hanya sebagai pikiran sesaat.

Sedih memang, pikiran-pikiran akademis yang tidak menyentuh sama sekali masyarakat Indonesia. Padahal setiap mahasiswa jika berorientasi pada masyarakat maka Negara ini akan makmur. Mahasiswa hingga Universitas yang notabene tersebar se-Indonesia seharusnya dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat minimal disekitarnya. Jika mereka-mereka (mahasiswa) bersatu maka akan banyak kontribusi positif bagi masyarakat. Dan masyarakat akan merasa terbantu.

Di sisi lain, pengajar atau dosen yang akademistis, yang hanya berkutat pada teori-teori yang ada, menjadi sebuah pemicu. Apalagi sampai membatasi pikiran mahasiswa. Huh! sangat tidak relefan dengan hidup. Ndak bangga jika hal ini terjadi. Apakah ilmiah hanya untuk kaum ilmiah atau akademis? Hanya bisa tersenyum… Ndak bermanfaat…

Buat apa seorang sarjana berpikir kalau hanya untuk memenuhi kelaparan perut sendiri? Dimana mata dapat melihat masyarakat sekitar butuh bantuan…

Buat apa seorang sarjana berhias tittle pada nama, jika hanya bermodal skripsi yang nantinya akan lapuk…

Buat apa membangga-banggakan sarjana, jika hal itu mudah diraih tapi sulit dibuktikan bahwa memang layak.

Kembali lagi, banggakah diri disebut sarjana tanpa memberi andil positif?

 Pendidikan hanya berkutat pada dunianya, padahal banyak permasalahan dan hal lain yang perlu dipikirkan untuk kemajuan bersama. Ego pendidikan yang mengatasnamakan ilmiah/sains. Penuh dengan teori dan kekolotan, penuh trik dan intrik penguasa, penuh dengan syarat dan mudharat.

 Kasihan oh sungguh kasihan…

Kenapa pelajar harus terbelenggu…???

July 24, 2007

Ass…
Tulisan ini saya buat karena pengalaman pribadi dan penemuan-penemuan pada lingkungan. Khususon buat pelajar sosial atau ilmu tidak pasti (eksakta). Kenapa kita harus terbelenggu?

Tak disangka lingkungan telah berubah. Selaras dengan segala macam perubahan di bumi. Perubahan alam, sosial, cuaca, iklim dan sebagainya. Tanpa disadari keilmuan juga berubah sebagaimana mestinya.

Banyak rekan yang mengeluh ketika mereka dalam proses pembuatan Tugas Akhir. Keluh sana keluh sini yang ujung-ujungnya pemikiran mereka tidak bisa terbuka lebar. Terbuka merespon lingkungan sekitar yang senantiasa berubah. Kenapa keilmuan harus dituntun? Kenapa proses pencarian pelajar sekarang harus berdasar teori atau ilmu-ilmu yang sudah ada? Padahal sekali lagi ilmu telah berubah.

Falsafah ilmu bahwa pengetahuan dimuai dari keragu-raguan, keingintahuan, kesalahan dan ketidaktahuan. Kenapa dari proses tersebut pelajar tidak membuat sebuah pemikiran lain walaupun memang bertitik pada teori. Namun hal yang sangat saya sayangkan kenapa harus membenarkan teori yang sudah lama, lapuk dan usang itu? Kenapa teori yang sudah ada tidak diperbaharui?

Pengajar dengan kolotnya mengajarkan teori, pelajar dengan pasrahnya menerima apa adanya. Pantas saja ilmu tidak berkembang. Apalagi ilmu sosial yang notabene merupakan ilmu yang selalu berubah mengikuti masyarakat. Ilmu yang bisa diterapkan, bukan ilmu yang dipaksakan.

Dalam sebuah penelitian, kenapa pelajar harus mengupas sesuatu dari sudut pandang akademis yang menjadi orientasinya? Kenapa tidak mencoba melihat atau melirik dari sisi lain yang bisa lebih baik? Kekolotan itu membuat pagar dan penghalang untuk kemajuan ilmu.

belenggu

Sangat sedih ketika hal ini terjadi… Termakan teori-teori yang sudah tidak relefan. Teori yang dulu merupakan sinetron penguasa. Teori yang kita sendiri tidak pernah melihat bukti. Hanya termakan oleh interfensi pengajar yang mungkin juga tidak mengerti bahkan melihat bukti. Pengajar yang hanya berpedoman pada buku-buku atau teori usang itu.

Sedikit sekali untuk bisa memahami bahwa kebebasan pikiran merupakan pintu keterbukaan. Kebebasan berpikir bisa melahirkan hal kreatif yang mungkin lebih baik. Lebih bisa diterima dan bisa dibuktikan….

Untuk apa ini semua? kalau hanya sebagai pembelenggu pelajar dan mahasiswa…. Jika ingin mengerti, temukanlah dan rasakanlah sendiri. Dengan hati, pikiran, kulit, mata, indra, dan apa yang bisa untuk merasakan.

Jika boleh menengungkan suara dengan teriakku lantang…

“WAHAI PARA PELAJAR…. TANGGALKAN SERAGAMMU!!! LEPAS BEBASLAH PIKIRANMU…TEMUKAN APA YANG MENJADI KERAGUANMU HINGGA KESENANGANMU…”

Kebenaran adalah relatif…(kebenaran sejati adalah apa yang kita anggap benar)

Film Indonesia kok beginian yah?

July 15, 2007

Wadow… Tiap hari kerja pas liburan, dirumah. Tapi kok sempetin nonton TV acaranya dari dulu ndak berubah ya? Terus-terusan tentang Cinta, Harta, Tahta, dan Kriminal… Heduh! Mana sich sisi kreativitas bangsa kita?

dapet ilustrasi dari inet nihDulu seneng nonton keluarga cemara yang menurutku sih banyak ilmu dan manfaatnya. Tapi sekarang udah berubah… Banyak muncul sinetron atau film yang bertemakan cinta. Anak SLTP ajah udah bercinta-cintaan di sinetron ato film bagaimana yang laen?

Tak disadari TV merupakan salah satu media pendidikan. Namun….??? Ada satu lagi, iklan Rokok yang notabene punya sisi ide dan ilmu yang bisa diambil malah ditayangken malem hari…Halah podho kelirunya sih….

Harus gimana lagi???… Memang dunia berputar… Seperti kehidupan yang berputar… Ndak ada lagi cerita tentang persahabatan, ketabahan, kesederhanaan, dan kebebasan serta perjuangan. Yang ada hanya CINTA…CINTA…dan CINTA…

Wah…wah…hari ini kerja banyak banget

June 22, 2007

Fiyuh, kok begini nih hare. Jadi males je. Soalnye kok kerjaan numpuk n banyak banget. Memang sih jadi buruh bukan pengusaha ngetop kayak Nurdin M Top…hihih… denger ndak ya Beliau….

pusingRencana sih, abis pulang langsung ngedep kompi lagi n CS an. Dar dor der and may be win or die…

Kikiki…. emang hidup ada menang dan kalahnye. Jadi ndak jauh beda antara hidup dengan ngegame. Eleh-eleh, memang sekarang tambah tanggung jawab tambah mumet setengah matih. Mau ndak mau harus dijalanin. Orang yang ndak kerja, bingung. Orang udah kerja juga bingung. Orang banyak duit mesti juga bingung apa lagi ndak punya duit. Memang bingung membingungkan dan milih memilihi. Saat ini jadi pilihan, udah dipilih besok jadi pilihan lagi donk.

Kok jadi muter-muter kayak bianglala begini…. Maklum emang sutress….

Sekian dah…. Muah!!!

Muka jadi kartun

June 21, 2007

Hmm… banyak mungkin yang udah pade nyobak pake sopwer desain. Ada photoshop, illustrator, freehand, corel draw, banyak lah apapun ntu. Nih cubak bikin wajah kita jadi kartun. Mulai dari saya yang serinye pake macromedia freehand. Ini tampangnya jadi yak gini nih….

aku je

Hihi, kok jadi suerem… wuekekeke….