Kenapa pelajar harus terbelenggu…???

By ndokceplok

Ass…
Tulisan ini saya buat karena pengalaman pribadi dan penemuan-penemuan pada lingkungan. Khususon buat pelajar sosial atau ilmu tidak pasti (eksakta). Kenapa kita harus terbelenggu?

Tak disangka lingkungan telah berubah. Selaras dengan segala macam perubahan di bumi. Perubahan alam, sosial, cuaca, iklim dan sebagainya. Tanpa disadari keilmuan juga berubah sebagaimana mestinya.

Banyak rekan yang mengeluh ketika mereka dalam proses pembuatan Tugas Akhir. Keluh sana keluh sini yang ujung-ujungnya pemikiran mereka tidak bisa terbuka lebar. Terbuka merespon lingkungan sekitar yang senantiasa berubah. Kenapa keilmuan harus dituntun? Kenapa proses pencarian pelajar sekarang harus berdasar teori atau ilmu-ilmu yang sudah ada? Padahal sekali lagi ilmu telah berubah.

Falsafah ilmu bahwa pengetahuan dimuai dari keragu-raguan, keingintahuan, kesalahan dan ketidaktahuan. Kenapa dari proses tersebut pelajar tidak membuat sebuah pemikiran lain walaupun memang bertitik pada teori. Namun hal yang sangat saya sayangkan kenapa harus membenarkan teori yang sudah lama, lapuk dan usang itu? Kenapa teori yang sudah ada tidak diperbaharui?

Pengajar dengan kolotnya mengajarkan teori, pelajar dengan pasrahnya menerima apa adanya. Pantas saja ilmu tidak berkembang. Apalagi ilmu sosial yang notabene merupakan ilmu yang selalu berubah mengikuti masyarakat. Ilmu yang bisa diterapkan, bukan ilmu yang dipaksakan.

Dalam sebuah penelitian, kenapa pelajar harus mengupas sesuatu dari sudut pandang akademis yang menjadi orientasinya? Kenapa tidak mencoba melihat atau melirik dari sisi lain yang bisa lebih baik? Kekolotan itu membuat pagar dan penghalang untuk kemajuan ilmu.

belenggu

Sangat sedih ketika hal ini terjadi… Termakan teori-teori yang sudah tidak relefan. Teori yang dulu merupakan sinetron penguasa. Teori yang kita sendiri tidak pernah melihat bukti. Hanya termakan oleh interfensi pengajar yang mungkin juga tidak mengerti bahkan melihat bukti. Pengajar yang hanya berpedoman pada buku-buku atau teori usang itu.

Sedikit sekali untuk bisa memahami bahwa kebebasan pikiran merupakan pintu keterbukaan. Kebebasan berpikir bisa melahirkan hal kreatif yang mungkin lebih baik. Lebih bisa diterima dan bisa dibuktikan….

Untuk apa ini semua? kalau hanya sebagai pembelenggu pelajar dan mahasiswa…. Jika ingin mengerti, temukanlah dan rasakanlah sendiri. Dengan hati, pikiran, kulit, mata, indra, dan apa yang bisa untuk merasakan.

Jika boleh menengungkan suara dengan teriakku lantang…

“WAHAI PARA PELAJAR…. TANGGALKAN SERAGAMMU!!! LEPAS BEBASLAH PIKIRANMU…TEMUKAN APA YANG MENJADI KERAGUANMU HINGGA KESENANGANMU…”

Kebenaran adalah relatif…(kebenaran sejati adalah apa yang kita anggap benar)

3 Responses to “Kenapa pelajar harus terbelenggu…???”

  1. mazeru Says:

    wah.. emang bener dari SD sampai kuliah banyak teacher yg memberikan ilmu secara dogmatis, ini ya ini itu ya itu, tanpa memberi kesempatan buat student nya untuk memberikan pemikiran yang mungkin bisa saja melenceng dari pemahaman yang diberikan, tentunya bukan dalam ilmu pasti, tapi untuk ilmu2 tertentu, Tapi ga semua kok sekarang sistem pembelajaran sudah memberikan kesempatan bagi student untuk ikut berpikir, dan suasana belajar dibuat sedemikian rupa agar student dan teacher bisa sharing, dan terjadi komunikasi dua arah, namun sayangnya masih banyak mahasiswa yang kurang pro aktif atas kesempatan yang di berikan, hee mas Ndok maap ne pake komputere buat ngetik, wala hatos anget kibore hahahaha, suwun :D

  2. ndokceplok Says:

    biasa itu mah, pendidikan mawut…

  3. Mr x Says:

    Kuliah kuwi ibarate wong kang mamper ngombe. jenenge ngombe yo dimat-mat ke lan dikepenakke. Ananging yen ombene pahit lan getir kuwi ugo dirasakke kanggo sango mlaku. Ibarate wong mamper kuwi wong kang paling enak lan mulyo gituloh. Untuk mengatasi berbagai ermaslahnbisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika dibaratkan minum, bisa pakai sedotan, tenggak langsung, pakai botol, pakai gelas, atau bahkan kembali jadi kecil, pakai dot. sumonggo. Yang elas, itulah yan akan membentuk dan mendewasakan kita. Nuwun

Leave a Reply